sensor efi dan fungsinya
Pelajari11 Sensor EFI dan Fungsinya serta Ketahui Letak Komponennya - Montir Pintar : Situs Belajar Otomotif Online Terbaik. Macam-macam Sensor Pada Mobil dan Fungsinya | Auto2000. Apa Saja Komponen dan Sensor di Mesin Injeksi, Kenalan Yuk! - MotorPlus-Online.com. Pengertian Sensor Suhu, Jenis dan Cara Kerjanya - Panduan Teknisi
Site De Rencontre En France Sans Inscription. Assalamu’alaikum sobat otomotif, kita akan belajar tentang sensor apa saja yang ada pada mesin EFI toyota Avanza, Kebetulan avanza ini adalah mobil sejuta umat yang sekarang juga sering dipakai untuk media praktik mesin bersistem Injeksi / EFI di SMK Sebelum kita cari tahu sensor apa saja yang berhubungan sistem bahan bakar pada mesin Avanza ini, alangkah baiknya kita cari tahu dulu apa itu sensor Secara singkat, sensor adalah komponen yang berfungsi menangkap data tertentu seperti tekanan udara masuk, suhu udara masuk dan lain-lain pada mesin dan mengubahnya menjadi sinyal agar dapat dikomunikasikan ke ECU Electronic Control Unit agar ECU dapat menentukan takaran Bahan bakar yang sesuai agar tercipta pembakaran se-Ideal mungkin 1. Sensor MAP Manifold Absolute Pressure Sensor ini menempel pada filter dan terhubung dengan intake manifold lewat selang karet, berada di sebelah kiri air filter, sensor ini juga sering disebut sensor vakum, karena fungsinya memang membaca tekanan atau kevakuman, semakin tinggi tekanan udara di intake manifold kevakuman rendah maka ECU akan mendapatkan informasi bahwa mesin memerlukan bahan bakar lebih, contoh yang sangat mencolok adalah ketika menanjak / akselerasi 2. IATS Intake Air Temperature Sensor Sensor ini berada di air filter bagian depan kiri, sesuai dengan namanya, sensor ini berfungsi sebagai pengukur suhu udara yang masuk, berdasarkan data dari sensor ini ECU akan menentukan jumlah bahan bakar yang akan diinjeksikan berdasarkan suhu yang terbaca, contoh saat cuaca dingin maka jumlah bahan bakar akan ditambah agar mesin mudah untuk dihidupkan 3. TPS / Throttle Position Sensor Sensor ini terletak pada Throttle Body, sensor ini berfungsi untuk membaca bukaan katup throttle, tentu semakin besar bukaan throttle yang terbaca maka ECU akan memberikan bahan bakar lebih banyak daripada saat bukaan throtlle kecil 4. WTS / Water Temperature Sensor Sensor ini terletak di bagian belakang kepala silinder / cylinder head, dekat rumah thermostat, sensor ini berfungsi mengukur air pendingin sebagai referensi suhu mesin, saat suhu mesin dingin maka bahan bakar yang masuk ke dalam silinder akan ditambah dan berlaku sebaliknya 5. CKP / Crankshaft Position Sensor / Sensor Posisi Poros Engkol Sensor ini terletak dekat pulley crankshaft depan bawah mesin , sensor ini berfungsi untuk mendeteksi posisi poros engkol yang nantinya dapat diperoleh data kecepatan putar mesin / RPM Rotation per Minute dan posisi TMA silinder 1 6. CMP / Camshaft Position Sensor / Sensor Posisi Camshaft Sensor ini terletak di bagian belakang silinderhead bagian atas, sensor ini berfungsi untuk menentukan posisi camshaft yang nantinya dapat diketahui posisi TMA masing masing silinder 7. Knock Sensor / Knock Sensor Sensor ini terletak di block cyilinder bagian kiri, sensor ini berfungsi untuk mendeteksi knocking getaran yang dihasilkan oleh piston yg diakibatkan timing pengapian terlalu maju, saat terjadi knocking maka timing pengapian akan dimundurkan, saat tidak terjadi knocking maka timing pengapian akan dimajukan sampai nyaris terjadi knocking, karena pada posisi itulah akan didapatkan timing pengapian yang pas sehingga mesin dapat menghasilkan performa yang maksimal 8. 02 Sensor / Sensor Oxygen Sensor ini terletak pada exhaust manifold / manifold buang, berfungsi untuk mengukur kadar oksigen pada gas buang, dari kadar oksigen pada gas buang inilah nantinya dapat diketahui sempurnya tidaknya pembakaran yang terjadi di dalam silinder, contoh jika kadar oksigen pada gas buang lebih besar dari 3% maka dapat diketahui bahwa campuran bahan bakar yang masuk ke dalam silinder terlalu kurus terlalu irit sehingga oksigen tidak habis dibakar dengan bahan bakar, dan jika oksigen kurang dari 0,3% maka campuran bahan baar terlalu gemuk / boros Semoga Bermanfaat...
– Semakin majunya teknologi pada kendaraan, membuat para produsen semakin berlomba-lomba dalam hal teknologi pada kendaraan produksinya dalam memberikan kenyamanan. Saat ini hampir semua kendaraan roda empat yang beredar sudah menggunakan sistem EFI Elektronic Fuel Injection . Sistem EFI adalah sistem dimana bahan bakar yang masuk ke ruang bakar di kontrol secara elektronik. Pada dasarnya sistem ini memiliki 3 komponen utama yakni sensor, ECU Electronic Control Unit dan aktuator. Sensor memiliki fungsi untuk mendeteksi keadaan mesin mulai dari bukaan throtle gas, suhu mesin, kevakuman pada intake manifold dan lain sebagainya. Data dari sensor tersebut kemudian diolah oleh ECU dan kemudian diteruskan ke aktuator. Dalam sistem bahan bakar, aktuatornya adalah injektor yang berfungsi menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar. Jadi besarnya bahan bakar yang disemprotkan diatur oleh ECU berdasarkan informasi dari sensor-sensor pada mesin EFI itu sendiri. Lalu seperti apa bentuk sensor tersebut dan apa saja macamnya? Berikut penjelasan selengkapnya. 1. Sensor Air Flow Meter Sensor ini memiliki fungsi mendekteksi aliran udara volume yang masuk ke intake manifold. Air flow meter berupa potensio yang dilengkapi dengan pegas pengembali dan measuring plate. Besar kecilnya udara yang masuk akan berpengaruh pada putaran potensiometer. Karena potensiometer berputar maka tegangan output dari potensiometer juga berubah. Besarnya tegangan dari potensiometer ini diterima ECU sebagai signal. 2. Manifold Absolute Pressure Sensor Selain menggunakan air flow meter, volume udara yang masuk juga bisa dihitung dengan MAP sensor. Sensor ini menghitung kevakuman atau tekanan pada intake manifold. Besarnya kevakuman pada intake manifold diubah menjadi nilai tahanan pada MAP Sensor. 3. Throttle Position Sensor Throttle Position Sensor TPS terpasang pada throttle body. Sensor ini mendeteksi besarnya bukaan throttle dalam bentuk nilai tahanan. Sama seperti air flow meter, TPS juga menggunakan potensiometer. Cara kerjanya sama, ketika throttle berputar, potensiometer juga berputar dan nilai tahanan juga berubah. Karena nilai tahananya berubah, tegangan yang dikirim ke ECU juga ikut berubah. Nilai tegangan tersebut diterima ECU sebagai signal. 4. Water Temperatur Sensor Pada dasarnya sensor pada mesin mobil EFI menggunakan variable resistor atau resistor yang nilai tahananya bisa berubah ubah. Selain potensiometer, variable resistor yang digunakan untuk sensor lainya adalah thermistor. Resistor ini nilai tahananya berubah tergantung pada suhu. Thermistor digunakan pada water temperatur sensor atau WTS untuk mengetahui sushu air dingin suhu air, maka bahan bakar yang disemprotkan semakin banyak. 5. Intake Air Temperatur Sensor Seperti namanya, IATS berfungsi untuk mengetahui suhu udara yang masuk melalui intake manifold. Sensor ini juga berupa thermistor. Semakin dingin suhu udara, maka bahan bakar yang disemprotkan melalui injektor semakin banyak. 6. Crankshaft Position Sensor Sensor ini berfungsi untuk mendeteksi putaran mesin dan menentukan timing pengapian. Fungsinya mirip dengan pulser pada sepeda motor. Pada beberapa mobil, sensor ini diletakan dekat noken sehingga bernama Crankshaft Position Sensor. 7. Oxygent Sensor Oxygen sensor terletak di exhaust manifold untuk mendeteksi emisi gas buang. Sensor ini berfungsi untuk mengevaluasi apakah campuran bahan bakar sudah tepat atau belum. Itulah beberapa sensor pada mesin mobil EFI. Jadi konsep dari sensor-sensor tersebut adalah menggunakan variable resistor, dimana ada tegangan input dan tegangan output. Tegangan output akan berubah-ubah tergantung nilai tahanan pada sensor. Tegangan tersebut kemudian ditangkap oleh ECU sebagai signal untuk kemudian di kalkulasi untuk menentukan banyaknya bahan bakar yang disemprotkan ke ruang bakar.
Jika kalian anak teknik otomotif, tidak salah sering-sering mampir ke blog kami. Semakin kalian sering mampir ke blog ini, berarti kalian senang dengan cara penyajian informasi yang kami tuliskan. Okelah, munculnya tulisan ini berawal dari banyaknya materi otomotif yang membahas tentang sistem EFI Electronic Fuel Injection atau sering juga disebut sistem injeksi. Namun banyak guru yang menjelaskan hanya sepintas dan dikasih tugas untuk browsing-browsing materinya. Parah banget kan? Oleh karena itu, kami sebagai salah satu guru otomotif berinisiatif untuk membagikan ilmu melalui tulisan ini. Simak bersama ulasan berikut ya. Pengertian Sensor pada Mobil Sejatinya konsep dari sensor-sensor pada mesin injeksi adalah menggunakan variable resistor. Dalam variable resistor terdapat tegangan input dan tegangan output. Tegangan output akan berubah-ubah tergantung nilai tahanan pada sensor. Selanjutnya tegangan tersebut ditangkap oleh ECU Electronic Control Unit sebagai signal yang kemudian dikalkulasi untuk menentukan banyaknya bahan bakar yang disemprotkan ke ruang bakar. Baca Juga Fungsi dan Cara Kerja Mass Air Flow MAF Sensor pada Mobil EFI Macam-macam Sensor pada Mobil 1. Air Flow Meter Sensor AFM Air Flow Meter Sensor berfungsi untuk mendeteksi jumlah udara yang masuk ke ruang bakar melalui intake manifold. Sensor ini dilengkapi dengan return spring dan measuring plate untuk mendeteksi besar kecilnya udara melalui putaran potensiometer. Putaran inilah yang menyebabkan tegangan output potensiometer berubah-ubah yang selanjutnya informasi ini diterima oleh ECU sebagai signal jumlah udara yang masuk melewati intake manifold. 2. Intake Air Temperatur Sensor IAT Intake Air Temperatur Sensor berfungsi untuk mengukur suhu udara yang akan masuk kedalam intake manifold. Sensor ini terletak berdekatan dengan filter udara. Sensor ini berupa thermistor, yang mana semakin dingin suhu udara, maka bahan bakar yang disemprotkan melalui injektor juga semakin banyak. 3. Throttle Position Sensor TPS Throttle Position Sensor berfungsi untuk mengukur sudut bukaan katup gas. Sensor ini mendeteksi besarnya bukaan throttle dalam bentuk nilai tahanan. Selanjutnya data ini akan digunakan untuk menentukan banyaknya bahan bakar yang akan diinjeksikan ke ruang bakar. TPS terpasang pada throttle body. 4. Manifold Absolute Pressure Sensor MAP Manifold Air Pressure Sensor berfungsi untuk mengukur tekanan udara didalam intake manifold / kevakuman intake manifold. Besarnya kevakuman pada intake manifold diubah menjadi nilai tahanan pada MAP Sensor. Sensor ini menggantikan vacum advancer pada pengapian konvensional yang akan mengatur timing pengapian berdasarkan putaran dan beban mesin. 5. Crankshaft Position Sensor CKP Crankshaft Position Sensor berfungsi untuk mengetahui kecepatan mesin RPM dan menentukan timing pengapian. Sensor ini terletak didekat noken / camshaft dalam blok mesin. 6. Camshaft Position Sensor CMP Camshaft Position Sensor berfungsi untuk mengetahui posisi “top” pada salah satu silinder serta untuk mengetahui posisi pembukaan dan penutupan intake dan exhaust valve. Sensor ini pada dasarnya sama dengan CKP sensor. Namun, CMP digunakan pada camshaft dan terletak pada head cylinder. 7. Water Temperatur Sensor WTS Water Temperatur Sensor berfungsi untuk mengetahui suhu air pendingin. Semakin rendah suhu pendingin, maka bahan bakar yang di injeksikan semakin banyak. Untuk merubah nilai tahanan sebagai sinyal yang di informasikan ke ECU, sensor ini dilengkapi dengan thermistor dan variable resistor. 8. Knock Sensor Knock Sensor berfungsi untuk mendeteksi knocking pada engine. Knock sensor menggunakan bahan piezeo electric yang akan mengeluarkan tegangan saat mendeteksi getaran. Tegangan tersebut dikirimkan ke ECU untuk memperbaiki pengapian. Knocking ketukan terjadi akibat pembakaran yang tidak sempurna, efeknya akan menimbulkan suara ketukan di dinding block cylinder. 9. Oil Pressure Sensor Oil Pressure Sensor berfungi untuk mengirimkan peringatan ke pengemudi melalui MIL Malfunction Indicator Lamp ketika tekanan oli dalam mesin berkurang. Apabila tekanan oli tiba-tiba drop, secara otomatis mesin akan berhenti. 10. Fuel Tank Pressure Sensor Fuel Tank Pressure Sensor berfungsi untuk mendeteksi tekanan bahan bakar dalam tanki. Tekanan didalam tanki bahan bakar terbentuk karena uap bahan bakar dan goncangan saat kendaraan berjalan. Uap ini kemudian diolah menggunakan sistem carcoal canister. 11. Oxygent Sensor Oxygent Sensor berfungsi untuk mendeteksi kadar oksigen didalam gas buang. Oksigen yang terkandung didalam gas buang mengindikasikan pembakaran yang kurang sesuai. Sensor ini berfungsi untuk mengevaluasi apakah AFR Air Fuel Ratio sudah tepat atau belum. Jika AFR campuran bahan bakar dan udara lebih kurus daripada AFR stoikiometri 141, maka gas oksigen informasi ini akan diterima oleh ECU yang kemudian informasi dari sensor ini digunakan untuk menentukan pengapian yang lebih sempurna. Demikian dulu ilmu yang bisa kami bagikan dalam artikel kali ini, semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kalian. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.
sensor efi dan fungsinya